Don’t waste the time or time will waste you!


Mulai hari ini aku berniat untuk tidak meyiakan waktuku barang sedikit saja dengan hal-hal yang sebagian besar useless. Terlalu banyak dampak buruk akibat terlalu banyak membuang-buang waktu, mulai dari deadline tugas, laporan, proposal, outline yang menumpuk ,agenda kegiatan yang berantakan, bahkan sampai membuat diriku stress depresi karena tertekan jika kesemua agenda itu berantakan. Yah, walaupun sudah biasa dengan namanya work on pressure, bekerja sehari mepet sebelum deadline, mengandalkan illmu kepepet denga sistem sks (sistem kebut semalam). Ilmu kepepet tak lain adalah Ilmu sakral yang hampir aku terapkan di setiap aku ngerjain tugas apapun, sebanyak atau sesedikit apapun. Dan amazingly, terbukti ampuh bahkan bisa selesai dengan waktu yang singkat. Jempol empat buat yang nyiptain tombol ctrl+c dan ctrl+v, berkat dua tombol itu tugasku menjadi cepat selesai. Lama kelamaan stress juga kalo setiap saat harus begini. Mungkin jika tidak ditunda-tunda, pasti waktu yang terbuang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang berguna.

Imajinasi! Aku membayangkan dulu disaat awal mula penciptaan, Tuhan memberikan jatah waktu yang sudah ditetapkan kepada masing-masing manusia. Tuhan mempunyai toples super besar, yang besarnya hampir berjuta-juta kali ukuran super galaksi, andromeda. Bayangkan toples waktu yang dimiliki Tuhan berisi jumlah waktu yang tanpa batas, berjuta-juta abad, berjuta-juta tahun cahaya dan tidak bisa terhitung. Bahkan jika kita punya kemampuan untuk mengkalkulasinya, umur kita pun hanya sebesar atom helium yang ukurannya paling kecil dari yang terkecilnya kecil yang sangat amat kecil sekali (wow). Dari toples waktu yang dimiliki Tuhan, aku membayangkan masing-masing manusia diberikan jam pasir yang akan berhitung mundur sesaat sesudah nyawa ditiupkan ke dalam raga. Masing-masing jiwa memiliki jumlah waktu yang terbatas dan berbeda-beda sesuai dengan garis takdir yang dituliskan di The Book of Destiny masing-masing. Jadi sesudah nyawa ditiupkan, saat kita masih di rahim ibu kita, jam pasir kehidupan mulai berhitung mundur. Setiap butir pasir yang jatuh, semakin berkurang waktu yang dipunyai. Setiap ceceran pasir yang tergelincir, tahun-tahun berlalu begitu cepat. Hingga saat butir terakhir terjatuh, disaat itulah nyawa berpisah dengan raga. Habis waktumu didunia saatnya kembali menghadap Tuhan untuk menyerahkan rapor kehidupan.

Don’t waste your time or time will waste you! – Muse

Wake up man! nyawa kita berkurang setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap milidetik. Bahkan dalam satu detik waktu yang terbuang, atom cesium sudah bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali, kita?. Dan masih saja, kita sering bersikap “take it easy, life is only once in a lifetime”, Don’t think like that! orang yang menghargai waktu itu orang yang selalu bersyukur. Why? ya karena dia selalu ingat jikalau waktu kita semakin sempit setiap kita melakukan hal-hal yang useless dan tidak bermanfaat. Karena, dia selalu ingat bahwa nyawanya bisa saja diambil Tuhan sewaktu-waktu, kapanpun. Maka dari itu lakukan hal-hal yang baik dan berguna supaya saat dipanggil sewaktu-waktu itu kita dalam keadaan yang baik, dan orang baik dapat balesan yang baik. Masih ingat lima perkara sebelum lima perkara,

“Ingat lima perkara sebelum lima perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan yang terakhir hidup sebelum mati”.

Finally, this is your decision Wasting more time or use it wisely! It’s up to you.

Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: