Bunuh saja egoku


Orang buta terseok berjalan,di tepian jurang setapak kelam.

Hati yg membebalkan nalar,

Nurani yg menuntunnya ke seberang, pelita di ujung jalan.

 

Orang tuli yang berkidung pilu,

Not balok ujungnya mencocok mata, gitarnya ikutan membisu.

Menulis simfoni gagap,

gugup partitur merdu di telinga, gagu hanya kelu.

 

Orang bisu itu menyenandungkan lagu,

Bungkam menjahit bibirnya,

Pita nadanya terpenggal ketika dikandung.

bibirnya di sudut hati, sumbang hanya lirih, bahkan tak secuil ujar.

 

Tuan-tuan masih terpenjara ego,

Bunuh saja keras kepala, tapi sisakan nurani

Setidaknya aku masih punya iba untuk dicinta.

Bibirku tak lelah berucap syukur.

Segala puji Tuhan yang menciptaku seutuhnya.

2 thoughts on “Bunuh saja egoku

  1. Radite says:

    mencocok mata artinya apaan ya mas?
    Tapi puisinya tetep bagus, suka banget🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: