Kronologis Sabtu Malam (Bukan Malam Minggu)


Selamat sabtu malam, bukan malam minggu. Sabtu malamku kacau sebelumnya, jam 2 pagi baru kedua mataku bisa terpejam. Tapi entah apa yang membuatku bisa terjaga sabtu malam ini, padahal yang kulakukan cuma  menulis beberapa bait kata tak penting di blog. Malam ini aku tak sendiri, “gelisah” masih melekat erat di tengkukku. Ya, bukan heran lagi, gelisah menjadi tamu rutinku beberapa hari ini, menyambutnya layaknya disminore. Entah kami menjadi akrab, karena terlalu sering bersama, berkencan dengan sunyi. “I’m little stressed this weekends”.

Akhir pekan ini, kampus biru mulai lengang dari kegiatan, hanya beberapa mobil dosen yang berbaris di parkiran. Tampaknya beberapa kawan sudah pulang ke alamnya, alam serupa kamar kos-kosan. Ada juga yang memadu kasih dengan pacarnya, selingkuhannya, tikungannya. Aku berniat memang menginap di sekretariat malam ini, ya ditemani beberapa kawan yang belum sudi pulang ke alamnya. Tapi entahlah, aku tak berniat pulang hari ini, ada beberapa tumpuk proposal yang belum dimintakan paraf kepada professor. Ya, daripada mati kebosanan di kontrakan, daripada pandangan disesaki langit-langit kamar yang lembab, yang bocor tertembus hujan. Duh, aku sebal musim hujan pasti jamur membercak hitam di kolong atap, seperti awan mendung yang tak kunjung hujan.

Mungkin aku akan keluar nanti, makan seafood atau nongkrong sampai pagi di angkringan. Memacari “lek min”, yang sibuk berjualan dagangannya, orang tua yang berusia separuh abad yang aku anggap paman sendiri. Daripada bengong, itung-itung sebagai penyambung tutur. Rasanya betah berlama-lama nangkring di angkringan, menghitung bergelas-gelas teh manis yang kuminum untuk mengusir dingin. Tak lupa menyumbat telinga dengan alunan senandung dari band brit pop terfavorit “kepala radio” – radiohead, lagu pertama malam ini “True Love Waits”. OK, aku siap untuk ikut meramaikan malam minggu, yang malah mirip kelabu.

Galau, Gelisah, duh apalagi. Aku sudah melupakan keduanya, Cuma bimbang yang mondar-mandir di kepala sekarang. Bimbang, aku harus memutuskan untuk galau, atau gelisah, padahal aku fikir mereka sama saja. Kegalauanku dimulai sore tadi, bakda magrib. Ketika berpasang-pasang teman laki perempuan bergandengan di bawah sinar bulan, atau mereka yang lelaki-lelaki yang memilih berada di bawah pohon beringin, memaduh kasih sesama jenis. Dari atas balkon, hanya bersipit mata ketika melihat pasangan kekasih yang bergandengan tangan di sepanjang jalan. Duh, Tiba-tiba aku merasa orang yang paling sendiri sedunia, serasa nggak punya dunia karena dunia sudah dirampas mereka yang sudah punya pacar, katanya dunia cuma milik mereka, berdua. What a pity of me, so lame of you.

Aku fikir Galau itu semacam wajar! Kakek moyang kita, Adam, beliau saja pernah ngerasain galau pas nyari Hawa ga ketemu-ketemu. Untung beliau tetap sabar menunggu, karena si doi udah tahu jodoh nggak bakal kemana. LDR jangan tanya, beliau hampir dipisahkan sejarak setengah lingkar bumi, toh tetap ketemu. Masalah hati memang jadi masalah yang rumit sejak kala purba, jamannya adam masih disurga, jadi jangan heran kalau sampai sekarang masih susah dimengerti. Buat kamu yang masih mencari-cari rusuk sebelah kiri yang masih hilang, tetap bersabar ya. Tapi bukan hanya sabar, usaha itu mutlak. Adam nggak se-menyedihkan kamu yang katanya sedang menunggu jodoh berpasang. Adam tetap berusaha nyari, memang jodoh tak akan kemana, tapi waktu yang akan memakan sabarmu lama-lama. Karena menunggu saja itu tidak cukup, karena menunggu itu membosankan. Just like radiohead song, Keep in faith, because your “True Love Waits”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: