Peran FAO terhadap program ketahanan pangan di indonesia


Hari jumat kemarin, saya mengikuti seminar dari perwakilan PBB di indonesia dari departemen UNIC (united nations information centre), seminar mengenai climate change dan food security sebagai bagian dari kampanye PBB di indonesia dalam programnya UN4U (united nations for you). Sehabis shalat jum’at di masjid kehutanan, saya bergegas menuju auditorium harjono danusastro faperta lebih awal supaya mendapat tempat duduk yang strategis walaupun ternyata sampai disana panjang juga antrian, tapi bisa juga dapet tempat duduk depan. Hampir 100-an orang yang mengikuti seminar dari PBB itu, mulai dari mahasiswa S1, S2 dan S3 bahkan mahasiswa fakultas lain. Antusiasme terlihat jelas pada peserta seminar karena memang jarang sekali PBB mengadakan acara di kampus kami. Acara dibuka oleh mantan dekan faperta, bapak Triwibowo Yuwono, langsung saja beliau mempersilahkan pemberi seminar yang ternyata juga dosen di kampus kami, Pak ageng, beliau dosen di jurusan sosial ekonomi. Beliau memberikan presentasi secara jelas dan singkat mengenai peran PBB dalam menangani masalah climate change dan food security terutama di indonesia. Sesi tanya jawab mungkin menjadi sesi yang paling lama karena memang topik yang diusung merupakan topik yang sensitif terutama masalah lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di bidang pangan di indonesia.

Bila kita berbicara mengenai masalah kerusakan lingkungan dan ketahanan pangan di indonesia, bisa jadi topik yang serius karena menyangkut hak hidup manusia terutama habitat hidup dan kebutuhan pokok manusia yaitu pangan. Apalagi di negara kita yang notabene dikenal sebagai Negara Agraris, mayoritas masyarakat indonesia berprofesi sebagai petani, ketersediaan sumber daya lahan yang melimpah sebagai daya dukung sektor pertanian kita, kebijakan yang masih berpihak pada rakyat kecil termasuk petani juga. Dulu, sektor pertanian kita memang kuat, bahkan swasembada pangan terutama beras bisa kita wujudkan pada era pembangunan, saat presiden soeharto mulai berkuasa di awal. Pembangunan dgencarkan dalam jangka 5 tahun (pelita), terutama pembangunan pertanian yang berkembang saat itu, semua bisa makan dengan cukup karena kebutuhan pokok murah dan tidak perlu khawatir jika kehabisan, karena memang produksi dalam negeri hampir melebihi jumlah kebutuhan pangan yang dibutuhkan masyarakat indonesia, sehingga sebagian bisa di ekspor ke luar negeri sehingga menambah penghasilan berupa devisa. Ya, tapi itu dulu, Let’s get back to reality, kalian tau mengenai WFP (world food programme)?. WFP adalah salah satu bentuk nyata aksi PBB untuk menanggulangi kelaparan di dunia internasional. Iseng-iseng saya mengunjungi website dari WFP, Saya terkejut sekali saat melihat list negara yang harus diselamatkan dari kelaparan, salah satunya di regional asia adalah Indonesia. Bingung ketika melihat negara agraris dengan sumber daya alamnya yang melimpah ternyata masih mengalami kekurangan pangan (kelaparan). Menurut data statistik terbaru dari FAO, ada 925 juta jiwa kelaparan di dunia, dan 98 % nya berada di negara-negara berkembang, termasuk indonesia. Tiga perempat darinya tinggal di pedesaan, pendapatan pokok masih tergantung pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan. Urbanisasi besar-besaran membuat ledakan jumlah penduduk di kota-kota besar, masalah kemisikinan, penganguran menjadi polemik yang biasa di masyarakat perkotaan. Pada data FAO pada tahun 2006-2008, indonesia memiliki total populasi lebih dari 224,7 juta jiwa, dengan presentase kelaparan 13% yaitu sekitar 29,7 juta jiwa masih mengalami kelaparan.

Lantas apa peran dari FAO dalam kaitannya dengan misi penyelamatan pangan untuk seluruh dunia, termasuk di indonesia? FAO yang notabene adalah anak dari organisasi dunia UN seluruh kegiatannya mengacu pada MDGs (Millenium development goals). MDGs itu sendiri adalah 8 tujuan dalam rangka pengembangan internasional yang secara resmi dirumuskan pada Millenium submit pada tahun 2000 oleh UN. Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 193 negara anggota UN, dan 23 lembaga internasional termasuk FAO. Millenium submit disetujui sebagai arah gerak tujuan dari kesemua negara yang hadir dan lemabaga internasional sampai pada tahun 2015. Isi dari MDGs adalah,

  1. Menghapuskan kemiskinan dan kelaparan yang semakin parah
  2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
  3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  4. Menurunkan angka kematian anak
  5. Meningkatkan kesehatan ibu
  6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
  7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
  8. Mengembangkan kemitraabn global

Tentunya sebagai organisasi pangan dan pertanian, FAO mempunyai misi utama untuk Menghapuskan kemiskinan dan kelaparan sebagai MDGs mereka melalui program food security, salah satunya dengan pengembangan sektor pertanian sehingga produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal dan regional. Banyak sekali program FAO yang sukses dilaksanakan di FAO, antara lain;
Pengendalian hama terpadu yang diselenggarakan oleh FAO, dikenal sebagai SL-PHT (sekolah lapang pengendalian hama terpadu), diselenggarakan pada july 1999, hampir lebih 1 juta petani mengikuti program sekolah lapang tersebut. IPM (integrated pest management) terpusat pada komoditas padi sebagai main food di indonesia. Program ini berhasil mengendalikan hama wereng coklat pada komoditas padi sampai batas ambang ekonomi sehingga produksi padi bisa meningkat. Program lain seperti SPFS dan food security, dengan mengembangkan irigasi dan pengelolaan air, pengembangan sistem pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman, ternak dan perikanan, pengolahan hasil pertanian dan teknologi bahan pangan.

Ketahanan pangan (Food security) di indonesia masih lemah
Food security itu sendiri itu tercapai jika setiap orang memiliki akses sosial dan ekonomi terhadap makanan yang dalam jumlah cukup, aman dan bergizi untuk bertahan hidup. Food security atau ketahanan pangan dapat tercapai jika semua orang memiliki akses terhadap makanan yang sehat, cukup dan bergizi sesuai kebutuhan kalori dalam tubuh untuk melakukan aktivitas dan untuk hidup. Bagaimana cara supaya ketahanan pangan nasional dapat tercapai? salah satu cara yang paling utama adalah dengan meningkatkan produksi pangan melalui sektor pertanian. Banyak cara untuk meningkatkan produksi pertanian dan pangan, antara lain pembukaan lahan pertanian yang potensial (ekstensifikasi pertanian), konservasi dan perbaikan lahan yang telah terdegradasi atau rusak karena penggunaan bahan kimia untuk pertanian, perubahan dari sistem pertanian konvensial dan tradisional dengan pertanian yang terpadu yang ramah lingkungan, membangun lumbung pangan nasional untuk sarana penyimpanan cadangan pangan nasional, penyediaan modal untuk usaha tani untuk petani lokal. Ketahanan pangan dapat terwujud jika ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan bahkan kita sendiri. sehingga bukan lagi ketahanan pangan saja yang bisa tercapai, bahkan kedaulatan pangan pun bisa terwujud.

Source:

Millenium Development Goals – United Nations – http://www.un.org/millenniumgoals/

FAO Hunger Map

FAO websites – http://www.fao.org/

FAO hunger portal – http://www.fao.org/hunger/en/

Tagged , , , , , , , , , , , , , ,

2 thoughts on “Peran FAO terhadap program ketahanan pangan di indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: