Alasan mengapa gw gak setuju Lady Gaga konser di Indonesia


Siapa tak kenal Lady Gaga, artis kenamaan dari negeri paman sam. Lady gaga terkenal karena penampilan panggungnya terkesan nyeleneh dan busananya yang aneh-aneh. Ekspresif, satu kata untuk Lady gaga. Penampilan yang tidak membosankan, suara yang menurutku sih lumayan bagus, dan aksi panggungnya yang keren.Yah walaupun kerap kali vulgarisme kerap ditampilkan lady gaga baik saat aksi panggung maupun (sarap kali ya, pamer dada plus pantat didepan orang banyak, ngumbar aurat seenak udelnya sendiri). No problem sih kalo si Gaga nya vulgar dikampung hollywoodnya sono, yang jadi masalah gimana kalo ngumbar aurat didepan orang-orang yang gak biasa dengan budaya seperti itu, contohnya ya Negara kita, Indonesia. Beda lah sama Negara kampungnya si Gaga yang warganya bener-bener menjunjung yang namanya demokrasi (pernikahan sesame jenis aja boleh).

Negara kita memang tak sepenuhnya berdemokrasi (demokrasi masih setengah-tengah), bias jadi Karena Negara kita yang mempunyai cultural budaya dan background yang bermacam-macam, ada orang sunda, ada orang jawa ada orang batak, Agama  dan kepercayaan juga bermacam-macam, ada yang islam, Kristen, katolik, hindu, budha, konghucu (bahkan masih ada yang animism dan dinamisme didaerah-daerah terpencil).Dari semua perbedaan yang digabung menjadi satu kesatuan. Masing-masing berpedoman pada prinsip hidup mereka sendiri (Way of life), yang kadangkala susah sekali menerima hal-hal dari luar dan tetap berpatok pada way of life masing-masing.

Seperti yang telah kita semua tahu, Mayoritas penduduk Indonesia itu memeluk agama islam dan sebagiannya Kristen, katolik dll. Akibatnya budaya Indonesia kental sekali dengan essence islam, adat-adat jawa misalnya pasti sebelum memulai suatu ritual diawali dengan doa yang dipimpin oleh kyai atau pemuka agama setempat. Bagaimana dengan agama yang lainnya? Toh santai-santai saja, mereka juga bisa  hidup berdampingan tanpa konflik yang berarti. Senengnya kalo di Indonesia ya gini lho, menghormati perbedaan dan menjunjung arti kebersamaan. Bahkan di beberapa daerah perbedaan ini pun menjadi harmoni hidup mereka, hidup damai dalam perbedaan, contoh pas lebaran masjid-masjid dijagain sama orang-orang non muslim, sebalinya pas natal gereja juga dijagain sama yang gak natalan.

Mengapa lady gaga gak boleh konser di Indonesia?

Jawabannya simple, apakah lady gaga sudah mencerminkan budaya kita? Apakah vulgarisme di ajarkan sebagai bagian dari budaya kita?. Ok, ini mengenai kebebasan berekspresi, ini sih Cuma akal-akalan promoter untuk membuat isu-isu yang gak penting dengan dalih kebebasan ekspresi , mana ada pikiran sampai situ, itu semua ya karena duit. Lagi –lagi Demokrasi yang dikambing hitamkan, Lagi-lagi kebebasan berekspresi yang jadi modus ,tapi Apakah ekspresi kita seperti itu?. Ane gak bisa bayangin, kalo lady gaga jadi konser dan itu ditonton oleh anak-anak kita, esoknya yang pakai rok mini dipotong lagi roknya malah jadi kayak tarzan, yang pakai BH jadi gak pakai (ini agak lebay..hhe, tapi beneran). Ane bukan tipe orang yang konservatif dan tertutup, yang segala sesuatunya harus menurut aturan dan menolak semua yang berasal dari luar, Ini semua tentang kita sebagai generasi muda Indonesia, apakah kalian mau dengan nilai budaya kita yang diinjak-injak sama barat?

Itu dari segi budaya aja, gimana kalo dari segi agama? Jelas saja ditolak, yang dari islam nolak, dari Kristen juga, saya pikir agama-agama lain juga akan seperti itu. Hal semacam itu akan lebih banyak mudharatnya (sisi negatifnya) dari pada sisi positifnya, karena akan merusak moral generasi muda.  (Jelas saja banyak ormas-ormas fanatik yang ngamuk-ngamuk gara-gara lady gaga mau konser). Gak cukup  ya dengan narkoba, pergaulan bebas dan genk motor yang kian meresahkan?. Seharusnya ganti saja acara itu menjadi acara charity dengan menampilkan seni budaya kita, indonesia yang katanya kaya akan budaya. Sumbangan yang terkumpul disalurkan kepada yayasan-yayasan semisal rehabilitasi narkoba, sekolah-sekolah yang rusak diperbaiki dan semua kepentingan untuk memajukan generasi muda kita. Selain itu rasa nasionalisme kan juga semakin kuat, Memang Negara kita sudah terbebas dari penjajahan sejak belanda dulu, tapi apakah kita peka terhada kondisi kekinian kita? Penjajahan bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga social, budaya, politik dan segi lain secara abstrak, semuanya itu mengalir perlahan-lahan dan membunuh kita dari dalam. Sehingga dengan semangat nasionalisme yang semakin kuat, kita dapat menahan segala bentuk penjajahan yang tidak kasat mata. Begitu kan akan lebih bermanfaat,  Iya nggak?

Bahasnya terlalu serius ya.. hhe Nih ada beberapa pepatah dari doku (sok bijak nih penulis.. hhe), Yang pertama  “Lain lubuk lain belalang, lain ladang lain ikannya”,  yang artinya beda daerah udah beda adat istiadatnya, Ada juga “di kandang kambing mengembik, di kandang macan mengaum” ya kita harus menghormati adat istiadat, aturan dan norma daerah tempat kita berada, bayangin kalo di kandang macan kita mengembik, ye alah di terkam dah sama macan. Buat Lady Gaga kalo baca tulisan ini, pulang sono ke kampungmu, kita dah punya trio macan disini (wkwkk), kalo masih ngotot konser di indo ada syaratnya, pakai jilbab plus aurat semua ditutup, and ane request lagu “Musafir”, sekalian duet sama bang Haji Rhoma nyanyiin “Tobat”. Sekian.

“Lain lubuk lain belalang, lain ladang lain ikannya”

“di kandang kambing mengembik, di kandang macan mengaum”

Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa kasih feedback ya dengan cara komen dibawah!!

Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: