Sakit Gigi lebih sakit daripada Sakit Hati


Minggu-minggu ini saya sedang galau, bukan karena gk disms pacar (emng gk punya pacar), bukan tugas yang numpuk, bukan kiriman rumah yg lagi macet (wkwk.. kalo ini bener) tapi Galau karena Sakit Gigi. Duh duh.. memang bener kata Om Meggy z, kalau sakit gigi memang lebih sakit daripada sakit hati.. Seharian kayak orang idiot di kampus (pegang pipi, jalan miring-miring kayak ababil), Kalo ada yang manggil, langsung pura-pura mati berlagak gak kenal, Alhasil selasa kemarin saya puasa ngomong seharian. My Partner In Crime, alias sahabat saya, Si Rizki menganjurkan saya untuk berobat ke GMC. Karena emang gak tahan lagi sama sakitnya, kita berdua langsung berangkat ke GMC. Ini pertama kali saya ke GMC selama hampir 3 tahun berkuliah di UGM, sebelumnya kalau saya sakit juga gak pernah berobat (minum ultraflu, tinggal tidur semalem, besoknya udah mendingan). Singkat cerita kami sampai di GMC, langsung ke loket pendaftaran menunggu giliran dipanggil.GMC lumayan juga tempatnya, bersih dan tertata dengan baik. Akhirnya giliran saya tiba, Saya diperiksa di ruang pemeriksaan 4, kebetulan ada dokter jaga cewek, lumayan cakep hhe. Bu dokter Tanya,” sakit apa mas?”, saya jawab,”Sakit gigi bu”. Bu dokter ngambil senter, saya disuruh mangap, Bu dokter ngomong,”jangan lebar-lebar mangapnya mas” sambil ketawa kecil (maaf bu, saya terlalu bersemangat wkwk). “Itu Gigi berlubang mas udah sampai saraf itu, harus ditambal kalau gak dicabut aja, sementara saya beri obat dulu aja ya, kalo abis ntar kontrol kesini lagi”. Saya dikasih obat Amoxicillin dengan Licostan (asam mefenamat) untuk pereda rasa sakit (Perasaan sakitnya udah ilang abis ketemu bu dokter). Lumayan lah ketemu Bu dokter cantik sama dapet obat gratis.

By the way, Gigi berlubang terbentuk dari lubang-lubang kecil yang tak kasat mata , dari situlah nanti kalo tidak dirawat bakal jadi gigi berlubang.  Lubang –lubang ini terjadi akibat bertemunya kuman dengan gula yang menyebabkan keadaan di gigi menjadi asam, lubang kecil tak kasat mata pun terbentuk karena kalsium pada email gigi yang diserap oleh asam, dari sisa metabolism bakteri/kuman di mulut. Gigi berlubang dapat terjadi karena pola makan dan gaya hidup yang tidak teratur tanpa memperhatikan kandungan gula yang ada pada suatu makanan. Jadi kalo makan pilih-pilih ya, abis makan jangan lupa sikat gigi.

Dari data yang diperoleh, hampir 70% orang Indonesia memiliki gigi berlubang, jadi dari 10 orang ada 7 orang yang punya gigi berlubang. Dan biasanya masyarakat yang memiliki gigi berlubang ada yang dicabut dan ada yang hanya dibiarkan saja. Gigi berlubang itu proses yang dinamis, jadi akan terus bertambah lebar lubangnya jika tidak dirawat. Jadi marilah kebiasaan menggosok gigi dilakukan sejak dini mulai dari kita karena gigi merupakan aset berharga lho buat kita. Kalo kita tua nanti kan masih punya senyum lebar keliatan giginya, dan bisa makan dengan nyaman, jadi gak bakal ada lagi lagu burung kakaktua, nenek sudah tua giginya tinggal dua.

“Burung kakatua, hinggap di jendela. Nenek sudah tua, Giginya tinggal dua.”

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: