Cahaya Bulan, Soundtrack Film Gie versi puisi


Kemarin pas browsing di kampus, niatnya cari-cari lagu galau gitu (maklum penulis lagu galau) akhirnya ketemu lagu-lagu romantis (akustik2 gitu) kayak contohnya ecoutez, endah and ressa, the groove, maliq, laluna dll bnyak deh. Eh, nemuin satu lagu berjudul “cahaya bulan” dinyanyiin sama eros SO7 dan okta, yang ternyata merupakan soundtrack film “gie”. Dan ternyata ada versi yang puisi yang dibacain sang pemeran utama, Gie yaitu Nicholas Saputra. Ternyata setelah di telusur di google ketemu deh puisinya
Berikut puisinya:

“Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
Pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
Apakah kau masih sambut dahulu memintaku minum susu
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah bandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
Meresapi belaian angin yg menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudepak, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat

Apakau kau masih akan berkata
Kudengar dekap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
Yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
Bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
Sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati”

Wuih, dalem banget maknanya.Buat kita mahasiswa mungkin pas banget lagunya.

Gie adalah film garapan sutradara Riri Riza yang mengisahkan tokoh bernama Soe Hok Gie yang dikenal sebagai Demonstran dan mahasiswa pecinta alam.Ceritanya dikutip dari buku karya Gie sendiri berjudul “Catatan Seorang Demonstran” tapi di dalam film ditambah beberapa tokoh fiktif supaya cerita lebih dramatis. Penghargaan yang diterima film ini antara lain, Pada Festival Film Indonesia 2005, Gie memenangkan tiga penghargaan, masing-masing dalam kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik (Nicholas Saputra), dan Penata Sinematografi Terbaik (Yudi Datau).

Cerita mengisahkan tentang kisah perjuangan seorang mahasiswa bernama Soe Hok Gie, mahasiswa UI melawan ketidakadilan kepemimpinan rezim soekarno, walaupun Gie sendiri memuja Soekarno sebagai Founding father indonesia, akan tetapi pemerintahan diktator yang menjadi korup, paham komunis bermunculan. Bersama dua orang temannya, Tan Tjin Han dan Herman Lantang bertanya “Untuk apa semua perlawanan ini?”. Pertanyaan ini dengan kalem dijawab Soe dengan penjelasan akan kesadarannya bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya. Semboyan Soe Hok Gie yang mengesankan berbunyi, “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”
Konflik militer antara PKI dan militer dibawah kepemimpinan soekarno, sampai pada suatu saat bertemu dengan sahabat kecilnya bernama Tan Tjin Han, yang terlibat aktivitas PKI. Gie meminta Tan untuk keluar dari aktivitas PKI dan bersembunyi supaya tidak tertangkap militer, tapi Tan tidak mau mendengarkan perkataan Gie. Gie dan teman-temannya menghabiskan waktu luang untuk naik gunung dan menikmati alam indonesia.
yang udah nonton tpi lupa ama filmnya, tonton lagi aja.yang belum nonton ke laut aja. wkwk
Buat temen yang belum dapet lagunya nih ada download link ost gie.

OST Gie – Eross Ft Okta – Cahaya Bulan versi Puisi

OST Gie – Eross Ft Okta – Cahaya Bulan (Original)

Selamat mendengarkan!!

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: