Pengamatan Lapangan Jenis Tanah di Patuk


PENGAMATAN LAPANGAN

 

A. Morfologi Tapak (Site)

Nama Pengamat   : golongan A 2/ 4

Lokasi                    : Patuk                          Kode                           : II

Fisiografi                : Perbukitan                  Landform                    : Perbukitan

Topografi/Relief     : Bergelombang            Litologi/Bahan Induk   : Breksi andesit

Lereng                    : 25-30%                       Arah Lereng                : 195 ne

Land Use               : Tegalan

Kebatuan                    : Banyak

Vegetasi                 : Mahoni, Singkong

Bambu                        Pertumbuhan              : Baik

Pola Drainase        : Dendritik                     Jeluk Air Tanah          : >15 m

Erosi                       : Rendah                       Tingkat Erosi              : Rendah

Cuaca                    : Cerah

Letak Lintang         : S 07̊ 51’                      Altitute                         : 227 mdpl

E 110̊ 30’                    Tanggal                       : 10 April 2010

 

B. Karakteristik Profil

No

Pengamatan

Horizon 1

Horizon 2

1. Jeluk (cn)

0-80cm

>80cm

2. Warna Tanah
a. Matrik

5YR 3/4

10YR 3/5

b. Karatan

c. Campuran

3. Tekstur

Lempung pasiran

Lempung pasiran

4. Struktur
a. Tipe

Gumpal

Membulat

Gumpal

Membulat

b. Klas

Sedang

Sedang

c. Derajat

Agak kuat

Agak kuat

5. Konsistensi

Lemah

Lemah

6. Perakaran
a. Ukuran

Makro,Meso

Mikro,Meso

b. Jumlah

Banyak

Sedikit

7. Bahan kasar
a. Jenis

Kerikil

Krakal

b. Jumlah

Sedikit

Sedikit

c. Ukuran

8. Uji khemikalia
a. BO(H2O2 10%)

++

+++

b. Mn (H2O2 3%)

++

+++

c. Kapur (HCl 2N)

10. pH H2O

4,5

5

11.

Catatan khusus (konkresi, slicken side, struktur baji, clay skin, dll)

Clay skin

(laporan lempung mengkilat)

Horisoon argilik (peningkatan lempung pada tanah

 

C. Klasifikasi Tanah

a. PPT                                     : Podzolik Merah Kuning (PMK)

b. FAO                                                : Latosol

c. Soil Taxonomy/USDA        : Ultisol

PEMBAHASAN

Pengamatan terhadap tanah latosol dilakukan didaerah Patuk Gunung Kidul, pada tanggal 10 April 2010, fisiografi berupa Perbukitan. Topografi dari daerah ini adalah bergelombang. Land Use tanah ini tegalan, vegetasinya mahoni, singkong, bambu. Dengan pola drainase dendritik, erosi rendah dan diamati dalam keadaan cuaca cerah dengan suhu yang panas. Sedangkan untuk Landformnya Perbukitan dengan bahan induk Breksi andesitik dengan Lereng 25-30%.

Tanah ini mempunyai 2 horison yaitu horizon 1 dan horizon 2. Horison 1 mempunyai jeluk 0-80 cm, horison 2 jeluk >80 cm. Dengan warna tanah untuk horison 1 kemerahan dan coklat kemerahan, mempunyai matriks 5 YR 3/4, untuk horison 2 mempunyai matriks 10 YR 3/5. Masing- masing horison mempunyai tekstur untuk horison 1 lempung pasiran dengan struktur bertipe gumpalan membulat dengan kelas sedang dan berderajat lemah, untuk horison 2 bertekstur lempung pasiran yang strukturnya bertipe gumpal membulat dengan kelas dan berderajat seperti horison 1. Untuk konsistensi horison 1 dan 2 mempunyai konsistensi sama yaitu lunak.

Perakaran pada tanah ini pada horison 1 berjumlah banyak, ukuran makro dan meso. Untuk horison 2 akar sedikit, ukurannya mikro dan meso, jumlah sedikit. Bahan kasar pada horison 1 berjenis kerikil, dengan jumlah sedikit, dan ukuran kecil. Sedangkan pada horison 2 berjenis krakal, dengan jumlah sedikit. Untuk uji khemikalia BO dengan H2O2 10% pada horizon 1 adalah +2 dan horizon 2 adaiah +3, sedangkan uji Mn dengan H2O2 3% untuk horison 1 adalah +2 dan horison 2 adalah +3. Dan uji kapur dengan HCI 2N untuk horizon 1 dan horison 2 tidak diketahui. Kemudian untuk uji pH H2O adalah 4,5 untuk horizon 1 dan pH 5 untuk horizon 2. Pada horison 1 terdapat clay skin (lapisan lempung yang mengkilat) dan pada horison 2 terdapat horison argilik (peningkatan lempung pada tanah, kadar lempung banyak). System klasifikasi tanah PPT adalah Latosol, FAO adalah Latosol, dan USDA atau Soil Taxonomy adalah Ultisol.

Ciri tanah latosol yang dijumpai mempunyai warna dominan merah kecokelatan, tetapi bervariasi merah kekurangan sampai rnerah kecokelatan, jeluk (kedalaman tanah 1,5-10 m, kaya seskuioksida Fe sebagai hasil pelapukan yang lanjut). Tanah latosol yang berwarna merah dan kaya unsure besi dikatakan sebagai tanah yang telah berkembang lanjut (Sutanto, 1993).

Penyebaran tanah ini mulai dari Aceh hingga Lampung, di Jawa Barat, Tengah dan Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah dan Minahasa, Kepulauan Maluku dan sesetempat di Irian Jaya. Tersebar di daerah tipe iklim Afa – Ama (Koppen), tipe hujan A, B, C dengan curah hujan antara 2000 – 7000 mm/ tahun tanpa mempunyai bulan – bulan kering kurang dari 3 bulan. Terdapat didaerah abu tuf dan fan vulkan dengan bentuk wilayah berombak, bergelombang, berbukit hingga bergunung pada ketinggian 10 – 1000 m dpl. Bahan induknya tuf vulkan dan batuan vulkan. Vegetasi hutan tropis. Proses pembentukan tanah adalah feralisasi

Ultisol hanya ditemukan di daerah-daerah dengan suhu tanah rata-rata lebih dan 8°. ultisol adalah tanah dengan horizon argilik bersifat masam dengan kejenuhan basa rendah. Kejenuhan basa pada kedalaman 1,8m dan permukaan tanah kurang dan 35 %. Tanah ini pada umumnya berkembang dan induk tua. Proses pembentukan tanah ultisol harus dengan iklim yang cukup panas dan basah, di daerah iklim sedang dengan suhu tanah rata-rata lebih dan 8°C, sampai daerah tropika. Proses pembentukan tanah ultisol meliputi beberapa proses seperti berikut (Hardjowigeno, 1994):

1.      Pencucian yang intensif pada basa sehingga tanah bersifat masam.

2.      Suhu yang tinggi, dan pH yang masam sehingga terjadi pelapukan kuat terhadap mineral akibatnya mineral mudah lapuk dan terjadi pembentukan mineral liat sekunder dan oksida-oksida.

3.      Pencucian liat sehingga menghasilkan horizon albik di lapisan atas (eluviasi), dan horizon argilik di lapisan bawah (iluviasi).

4.      Pembahan horizon umbrik menjadi mollik.

5.      Pembentukan pinthite dan fragpipan.

6.      Biocycling.

Digunakan untuk persawahan sengan tanaman padi, palawija, sayuran dan buah – buahan, kebun karet, kelapa sawit, kopi, cengkih, lebun lada. Tanah mempunyai sifat – sifat yang baik dan dalam sehingga cocok untuk berbagai usaha pertanian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: