Alat-alat Klimatologi Part I


ALAT PENGUKUR PANJANG PENYINARAN

Pengukuran panjang penyinaran dilakukan bertujuan untuk mengukur lamanya penyinaran matahari.Panjang penyinaran adalah lamanya sinar matahari ke bumi dalam satuan periode hari. Pengukuran panjang penyinaran matahari dilakukan menggunakan alat Solarimeter. Solarimeter yang umumnya digunakan yaitu Solarimeter tipe Jordan dan tipe Compbell-Stokes.

  • Solarimeter Type Jordan

Solarimeter tipe Jordan digunakan untuk mengukur lamanya penyinaran surya per jam. Prinsip kerja alat ini adalah pembakaran pias. Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam satu jam. Dalam satu hari Solarimeter ini menggunakan 2 kertas pias untuk menentukan lama panjang penyinaran.Solarimeter bekerja berdasarkan reaksi fotokimia, sinar matahari yang masuk melalui lubang sempit solarimeter bereaksi dengan Kalium ferosianida yang terlapis dalam kertas pias dalam tabung silinder di dalam solarimeter. Garam fero akan teroksidasi sehingga terbentuk noda apabila dicuci dengan akuades. Selanjutnya digunakan kertas PP untuk mengukur panjang noda yang terbentuk. Panjang noda terbentuk merupakan panjang penyinaran aktual.

Alat dipasang di tempat terbuka sehingga sinar matahari tidak terhalang oleh pohon atau benda lain. Solarimeter ini dipasang dengan tidak ada halangan ke arah timur maupun barat, karena merupakan arah terbit dan tenggelamnya matahari. Kelemahan alat ini yaitu saat interprestasi hasil pengukuran oleh orang yang berbeda dapat menunjukkan perbedaan sampai 5% lama penyinaran bulan. Solarimeter tipe Jordan pemakaiannya kurang praktis sehingga alat ini sering sekali tidak dipergunakan.

  • Solarimeter Type Combell Stokes

Solarimeter tipe Combell Stokes bekerja berdasarkan pemfokusan sinar matahari untukmengukur panjang penyinaran. Prinsip alat ini adalah pembakaran pias, sedangkan panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam satuan jam. Dalam satu hari Solarimeter ini menggunakan hanya satu kertas pias. Kertas Pias diletakkan pada titik api bola lensa. Hasil  pembakaran pias akan terlihat seperti garis lurus di bawah bola lensa. Kertas pias yang tidak terletak pada titik api lensa tidak akan terbakar.

Seperti pada Solarimeter Type Jordan, Alat ini dipasang di tempat terbuka yang tidak terdapat halangan ke arah Timur matahri terbit dan ke arah Barat saat matahri terbenam. Terdapat tiga jenis pias yang digunakan pada lat yang sama yaitu, pias waktu matahari di ekuator, di utara dan di selatan.

VII. ALAT PENGUKUR INTENSITAS PENYINARAN

Pengukuran intensitas penyinaran matahari dengan menggunakan aktinograf dwi logam.

  • Aktinograf Dwi Logam

Aktinograf Dwi Logam digunakan untuk mengukur jumlah energi radiasi matahari ke bumi (Cal/cm2/waktu). Alat ini memiliki ketelitian alat 1cm dengan prinsip kerja sistem mekanik. Aktinograf berperekam bekerja secara otomatis, sehingga dapat mengukur setiap saat pada siang radiasi surya yang jatuh pada alat. Sensor berupa bimetal (dwilogam) berwarna hitam yang mudah menyerap radiasi surya. Panas yang diakibatkan oleh radia­si yang diserap ini membuat bimetal melengkung. Besarnya leng­kungan sebanding dengan radiasi yang diterima sensor. Lengkungan disampaikan secara mekanis ke jarum penulis di atas pias yang berputar menurut waktu. Hasil rekaman berbentuk grafik. Jumlah luas grafik atau integral dari grafik seban­ding dengan jumlah radiasi surya yang ditangkap oleh sensor sela­ma sehari.

IX. ALAT PENGUKUR KECEPATAN ANGIN

Pengukuran Kecepatan Angin dilakukan menggunakan alat yaitu Anemometer. Anemometer terdapat tiga macam yaitu, Cup, Hand dan Biram Anemometer.

  • Cup Anemometer

Jenis Anemometer sederhana yaitu Anemometer cup yang diciptakan pada tahun 1846 oleh Dr John Thomas Romney Robinson, dari Armagh Observatory. Alat ini terdiri dari tiga cangkir masing-masing dipasang di salah satu ujung dari tiga lengan horizontal. Arah angin secara horisontal akan memutar cangkir dengan cara proporsional terhadap kecepatan angin. Oleh karena itu, putaran cangkir selama periode waktu yang ditetapkan akan menghasilkan kecepatan rata-rata. Kecepatan angin dihitung dari jelajah angin (Cup Counter Anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Arah angin ditunjukkan oleh wind‑vane yang dihubungkan dengan alat penunjuk arah mata angin atau dalam angka. Angka 360 derajat berarti ada angin dari utara, angka 90 ada angin dari Timur, demikian seterusnya.

  • Hand Anemometer

Alat lainnya adalah Hand anemometer. Putaran tiga cangkir pada Hand An Kelebihannya, mudah dibawa karena bersifat portable. Ketelitian alat ini juga relatif tinggi. Pengamatan dan penghitungan hasilnya juga mudah. Kekurangannya, hanya mampu mengamati kecepatan angin sesaat sehingga pengamatan skala harus cepat. Hand Anemometer menggunakan skala Beauford yaitu skala yang diduga dari gejala alam. Pengukuran dilakukan dengan rumus:

  • Biram Anemometer

Pada biram anemometer, kelebihannya yaitu bersifat portable dan ringan. Serta mudah dalam pengamatan. Adapun kekurangannya, hanya untuk mengukur kecepatan angin periode pendek dan kurang efisien karena penempatanya harus tepat.

X. ALAT PENGUKUR EVAPORASI

Alat pengukur evaporasi adalah Panci Evaporasi kelas A dan Piche evaporimeter.

  • Piche Evaporimeter

Seperti panci penguapan terbuka, alat ini digunakan sebagai pengukur penguapan secara relatif. Maksudnya, alat ini tidak dapat mengukur secara langsung evaporasi ataupun evapotranspirasi yang sesungguhnya terjadi. Hasil pembacaannya sangat tergantung terhadap angin, iklim dan debu. Pada prinsipnya Piche evaporimeter  terdiri dari:

Pipa gelas yang panjangnya + 20 Cm dan garis tengahnya + 1,5 Cm. Pada pipa gelas terdapat skala, yang menyatakan volume air dalam Cm3 atau persepuluhnya. Ujung bawah pipa gelas terbuka dan ujung atasnya tertutup dan dilenghkapi dengan tempat menggantungkan alat tersebut.

  1. Piringan kertas filter berbentuk bulat. Kertas ini berpori-pori banyak sehingga mudah menyerap air. Kertas filter dipasang pada mulut pipa terbuka.
  2. Penjepit logam, yang berbentuk lengkungan seperti lembaran per. Per ujung yang melekat disekeliling pipa dan ujung lainnya berbentuk sama dengan diameter pipa.

Kelebihan, lebih mudah penggunaannya dan biaya murah. Kekurangannya yaitu alat ini tidakmengukur secara langsung penguapan dari permukaan air dalam alam, evapotranspirasi nyata dan evaporasi potensial.

  • Panci Evaporasi Klas A

Kelebihannya, ketelitian mencapai 0.02mm, paling banyak, paling banyak digunakan, dan merupakan dasar berbagai teknik untuk memperkirakan penguapan danau/evapotranspirasi. Kekurangannya, kesalahan yang besar dari pengukuran evaporasi terletak pada tinggi air dalam panci, muka air selamanya dikembalikan pada tinggi semula yaitu 5cm di bawah bibir panci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: